Sabtu, 03 Maret 2012

HAKIKAT BELAJAR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

NAMA                                   : ANGGUN SEINI KUBA
NIM                                        : 11011200046
JUR/LOKAL                        : PAI/III Model
TUGAS MANDIRI             : Psikologi Pembelajaran (Tugas 3)
DOSEN PENGAMPU          : Drs. Suardi Syam, M.Ag

HAKIKAT BELAJAR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

A.    Pengertian Belajar
      Belajar yaitu usaha yang disadari dan menghasilkan pengetahuan baru yang membuat kita bisa berubah dari yang tidak tahu menjadi tahu. Usaha tersebut karena adanya kesadaran dalam beraktifitas untuk memenuhi kebutuhan. Hasil dari belajar adalah perubahan dan disebut aktivitas belajar, contohnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak mau menjadi mau, dan lain sebagainya. Namun demikian tidak semua perubahan pasti merupakan peristiwa belajar, misalnya perubahan karena pertumbuhan jasmani.

      Belajar merupakan proses mencapai tujuan, dan bukan hasil atau tujuan. Sedangkan yang dimaksud perubahan dalam belajar adalah perubahan yang relatif, konstan, dan berbekas. Relatif artinya ada kalanya suatu hasil belajar ditiadakan atau dihapus dan digantii dengan yang baru, dan ada kemungkinan suatu saat hasil belajar terlupakan. Hal ini tergantung dari kebutuhan belajar saat itu, karena belajar terjadi dalam interaksi dengan lingkungan. Dengan demikian relatif tersebut dalam arti tergantung dari perubahan lingkungan. Konstan dan berbekas maksudnya bahwa perubahan dalam belajar harus menjadi milik pribadi, artinya perubahan itu akan bertahan lama, sehingga bila digunakan akan segera dapat direproduksi.

B.     Ciri-Ciri Belajar
  1. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif).
  2. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan.
  3. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
  4. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.

      Secara rinci dapat dijelaskan ciri-ciri belajar atau perubahan yang dimaksud dalam belajar adalah sebagai berikut:
1.      Intensional
Intensional maksudnya disengaja, disadari, dan bukan karena suatu kebetulan. Dengan demikian perubahan yang dimaksud merupakan perubahan yang mempunyai tujuan tertentu. Hanya saja syarat ini tidak mutlak sifatnya, karena kadangkala ada perubahan yang terjadi dengan tidak disadari. Misalnya pengalaman.
2.      Positif
Positif yang dimaksud dalam perubahan ini adalah perubahan harus sesuai yang diharapkan secara normatif atau berdasarkan kriteria keberhasilan. Bila dilihat dari syarat nomer satu sebenarnya perubahan tidak harus positif, asalkan sesuai dengan tujuan. Apapun tujuan tersebut, misalnya belajar mencuri, belajar menyontek, dan lain sebagainya. Namun demikian karena belajar dimaksudkan untuk menuju pada pekembangan anak didik yang positif, maka syarat ke dua ini diperlukan.
3.      Efektif
Efektif yang dimaksudkan adalah perubahan itu harus mempunyai pengaruh dan makna tertentu bagi siswa yang bersangkutan.
4.       Fungsional
 Fungsional yang dimaksudkan adalah perubahan harus bersifat relatif tetap, sehingga setiap saat   dapat direproduksi.

Ciri-ciri belajar di atas dapat memberi batasan perubahan dalam belajar, yaitu:
1. Belajar merupakan proses mencapai tujuan, dan bukan hasil atau tujuan.
2. Proses terjadi melalui interaksi dengan lingkungan.
3. Dalam belajar diperlukan tujuan, bahan pelajaran, perencanaan yang matang, dan kegiatan, dimana   
    guru banyak terlibat langsung dan perubahan harus menunjukkan perubahan tingkah laku.

         Dengan demikian perubahan-perubahan yang tidak memiliki ciri-ciri di atas tidak dapat dikatakan sebagai belajar. Contoh perubahan yang bukan merupakan belajar adalah: perubahan karena pertumbuhan jasmani, perubahan akibat kelelahan fisik, perubahan karena menggunakan obat, perubahan akibat penyakit parah atau trauma.



C.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar
      Belajar sebagai proses atau aktivitas disyaratkan oleh banyak sekali hal-hal atau faktor-faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu banyak sekali macamnya, akan tetapi untuk secara umum yang mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori, yaitu faktor eksternal (berasal dari luar) dan faktor internal (berasal dari dalam).
1.      Faktor Eksternal (Berasal dari luar diri pelajar), faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor lingkungan nonsosial dan faktor lingkungan sosial.

Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah:
a.  Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap, suasana yang sejuk dantenang. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. Sebaliknya, bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung, proses belajar siswa akan terlambat.
b. Faktor instrumental, yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar,fasilitas belajar, lapangan olah raga dan lain sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, bukupanduan, silabi dan lain sebagainya.
c. Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga dengan metode mengajar guru, disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. Karena itu, agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajar siswa, maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa.    

Faktor-faktor yang termasuk lingkungan sosial adalah:
a. Lingkungan sosial sekolah, seperti guru, administrasi, dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar.
b.  Lingkungan sosial masyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa, paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya.
c.  Lingkungan sosial keluarga. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga, sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaan keluarga, semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Hubungan antara anggota keluarga, orangtua, anak, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik.

2.      Faktor Internal (Berasal dari dalam diri pelajar), faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis.
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu.

Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
 Pertama, keadaan tonus jasmani. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar , maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani.
            Kedua, keadaan fungsi jasmani/fisiologis. Selama proses belajar berlangsung, peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar, terutama panca indra. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula.

Faktor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar.
            Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi , minat, sikap dan bakat.

Menurut Arden N. Frandsen, hal yang mendorong seseorang untuk belajar adalah :
a.       Adanya sifat ingin tahu,
b.      Adanya sifat yang kreatif,
c.       Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati,
d.      Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan,
e.       Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman,
f.       Adanya ganjaran atau hukuman.

            Sedangkan Maslow, mengemukakan motif-motif untuk belajar ialah :
a.       Adanya kebutuhan fisik,
b.      Adanya kebutuhan rasa aman,
c.       Adanya kebutuhan akan kecintaan dan penerimaan,
d.      Adanya kebutuhan untuk mendapat kehormatan,
e.       Sesuai dengan sifat untuk mengemukakan atau mengetengahkan diri.


REFERENSI :
Suryabrata, Sumadi. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar